PLN Bersih Hanya Retorika?

26 Oct 2013

Dukung PLN bersih adalah salah satu kampanye dari Perusahaan Listrik Negara untuk tidak terlibat dalam pusaran arus korupsi, suap dan gratifikasi. Diakui atau tidak, suap, korupsi dan gratifikasi sepertinya sudah merasuki wilayah eksekutif, legeslatif dan yudikatif di negara yang berdasarkan Pancasila ini.

Pertanyaannya adalah bisakah PLN dan masyarakat mewujudkan niat yang mulia tersebut? Ataukah dalam tataran kenyataan itu hanya retorika semata?

Sebelum kita bahas atau kita jawab pertanyaan itu, sebagai blogger dan warga masyarakat, saya ingin sedikit bernostalgia ke masa lalu saat listrik masih menjadi barang langka di desa saya.

Pada masa itu, bisa menikmati fasilitas listrik masih sekedar mimpi. Rangkaian dari mimpi-mimpi itu begitu kuat hingga membentuk angan-angan dan pengandaian dalam kehidupan nyata saya.

Angan-angan dan pengandaian yang muncul seandainya rumah saya sudah ada listrik adalah:
- saya tidak harus menyalakan lampu petromax setiap petang.
- saya bisa belajar kelompok dengan teman-teman sekolah setiap malam dengan nyaman
- saya tidak harus menyetroomkan aki untuk bisa nonton televisi atau mendengarkan lagu melalui radio atau tape recorder.

Hanya ketiga angan-angan itu yang selalu menari-nari di benak saya. Belum ada angan-angan yang lainnya semisal bisa memasak nasi dengan magic jar atau membuat es batu dan minum air dingin dari kulkas serta memutar kipas angin manakala cuaca panas. Apalagi main game online ataupun berselancar di dunia maya.

Apakah berarti pada masa itu di desa saya belum ada listrik? Jawabnya: sudah ada, yaitu denngan menggunakan mesin diesel yang bukan disediakan oleh PLN melainkan oleh salah satu warga yang kaya dan berwawasan ke depan. Kalau tidak salah pada saat itu disebut listrik swadaya. Tentu saja hanya sebagian warga saja yang mampu berlangganan listrik dengan tiang dari bambu itu.

Baru beberapa tahun kemudian ada PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang dieselnya segede mobil dan berada di belakang kantor Kecamatan. Itupun saya belum bisa menikmati penerangan di rumah dengan hanya menekan tombol. Maklum orang tua saya bukan lurah atau perangkat desa. Bapak saya hanya seorang penjahit dan petani biasa. Namun saya sudah merasa senang karena di perempatan atau pertigaan jalan utama desa sudah ada penerangan pada waktu malam serta bisa nonton acara Album Minggu ini di TVRI melalui tv tetangga pada hari minggu siang. Memang hanya pada hari Minggu saja listrik dari PLTD menyala, itupun dengan durasi terbatas dan tidak setiap hari Minggu menyala.

Itulah masa kegelapan desa saya dan pada akhirnya PLN datang, terbitlah terang. Seingat saya baru tahun 90-an saya bisa menikmati listrik dari PLN di rumah saya. Betapa senangnya karena pada akhirnya mimpi dan angan-angan itu bisa menjadi kenyataan. Dan sejak saat itu, desa saya yang merupakan ibu kota kecamatan berkembang sangat cepat secara ekonomi maupun secara fisik. Kehidupan masyarakat pun menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, saya sangat terkesan dengan tag line PLN : Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. 1000% saya sangat sependapat dengan tagline tersebut. Menurut saya, saat ini itulah satu-satunya kejujuran PLN. Mengapa satu-satunya? Karena yang lainnya masih belum sepenuhnya terbukti. Mau bukti?

Tidak akan ada lagi pemadaman listrik? Buktinya kicauan masyarakat melalui twitter yang di mention ke @pln_123 dan di cc ke bang @fadjroeL masih saja nyaring terdengar hampir setiap hari.

pln1_1.png

PLN bersih No Suap No Korupsi No Gratifikasi?
Kami bersih anda bersih kita bersih?
Dukung kami untuk mewujudkan PLN bersih.
Itu semua masih dalam tahapan kampanye melalui blog, media informasi dan promosi serta jejaring sosial lainnya yang tentu saja masyarakat juga harus terlibat dan mendukungnya.

Lalu bagaimana cara blogger yang juga anggota masyarakat mendukung PLN bersih?
Menurut saya selain ikut mengkampanyekan melalui blog, kita bisa melakukan hal-hal yang sederhana, diantaranya:
- bayar tagihan listrik pada waktunya
- gunakan listrik seperlunya dan matikan lampu serta peralatan bila tidak diperlukan
- jangan mencuri aliran listrik

Bukankah hemat kistrik hemat duit?

Bagaimana dengan PLN sendiri? Buktikan kampanye itu dan jangan sampai hanya sebatas retorika semata. Selanjutnya sebagai bentuk kesiapan dan kesigapan pelayanan, mohon untuk masing-masing unit/wilayah kerja ada akun twitter sehingga keluhan, pengaduan dan pujian tidak tersentralisasi ke @pln_123.

Kalau toh itu memang baru sebatas kampanye atau retorika, namun menurut saya itu bukan alasan bagi kita untuk tidak mendukung PLN bersih. Karena mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan PLN yang bersih itu sebuah proses dan PLN sedang berada di dalamnya.

Lalu mengapa kita tidak dukung PLN bersih? Barangkali ada 1001 alasan untuk tidak mendukungnya, tetapi bagi saya cukup satu alasan mengapa PLN bersih harus kita dukung, yaitu karena listrik untuk kehidupan yang lebih baik.


TAGS pln bersih tag line retorika no suap no korupsi no gratifikasi kampanye @pln_123


-

Author

Follow Me