Dua Sejarah Penting Simoncelli Di Sirkuit Sepang-Malaysia

24 Oct 2011

marco-simoncelli-crashDunia balap kembali berduka, setelah kecelakaan maut yang menewaskan pembalap Dan Wheldon di ajang balap mobil IndyCar (16 Oktober 2011) yang lalu, kecelakaan serupa kembali terjadi. Kali ini kecelakaan maut terjadi pada lintasan balap motor-Moto Gp di sirkuit Sepang Malaysia, Minggu, 23 Maret 2011 kemarin.

Insiden kecelakaan tragis yang menewaskan pembalap asal Italia-Marco Simoncelli itu terjadi disaat seri balapan di sirkuit Sepang-Malaysia baru berlangsung selama 2 lap. Akibat dari insiden itu, balapan langsung dihentikan.

Dengan meninggalnya Simoncelli di Sirkuit Sepang, dia telah mengukir dua sejarah penting dalam karir balapnya. Yang pertama adalah ketika pada tahun 2008 dia meraih predikat sebagai Juara Dunia Moto GP kelas 250cc dan sejarah berikutnya adalah dia justru meninggal dunia akibat kecelakaan di sirkuit yang sama, Minggu, 23 Oktober 2011.

Bagi penggemar Moto GP, tewasnya Simoncelli di sirkuit Sepang pasti akan merasakan kehilangan momen-momen menarik di seri moto gp berikutnya. Aksi pembalap berusia 24 tahun ini di beberapa seri balapan sebelumnya memang banyak menuai kontroversi dan komentar dari pembalap lainnya. Beberapa pembalap yang pernah berkomentar terkait dengan aksi Simoncelli yang membahayakan adalah Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan teman senegaranya Valentino Rossi. Pedrosa dan Lorenzo pernah merasa dirugikan akibat dari gaya dan cara “Super Sic” julukan Simoncelli dalam memacu motornya di lintasan balap. Namun bagi penonton, kehadiran Simoncelli barangkali menjadi totonan yang menarik yang menjadikan Moto GP selalu menarik untuk disaksikan.

Gaya balap yang “liar” dan berpotensi membahayakan pembalap lain di sekitarnya memang seolah menjadi “trade mark” dari Simoncelli. Aksinya memang bisa memicu adrenalin penonton dan penggemarnya, namun bagi lawan-lawannya justru bisa memicu emosi. Namun demikian, sosok Simoncelli cukup disegani oleh kawan ataupun lawan. Berikut adalah beberapa pernyataan dari rider Moto GP, sesaat setelah meninggalnya Simoncelli :

“Bertarung dengan dia (Simoncelli) seperti bertarung dengan orang yang lebih besar dari dirimu”, kata Rossi via Twitternya.

“Marco adalah pembalap yang kuat. Dia selalu menekan dengan kuat”, kata Andrea Davizioso. “Aku telah membalap bersamanya sejak kecil. Aku melihat dia selalu berusaha menekan secara maksimal”.

Selamat Jalan Simoncelli, dunia balap moto gp telah kehilanganmu.


TAGS moto gp marco simoncelli super sic sirkuit sepang kecelakaan maut


-

Author

Follow Me